Menentukan Tenaga Ahli dalam Renovasi Rumah
13 December 2018
#Tips

Hai, pembaca tukang.com! Beberapa waktu yang lalu kita sudah membahas cara-cara untuk menghemat biaya renovasi. Salah satunya adalah menggunakan tenaga professional untuk pengerjaan renovasi rumah, mulai dari perancangan sampai pelaksanaan pembangunannya. 
 
Biasanya ada beberapa pihak yang bisa kamu gunakan jasanya dalam merenovasi rumah kamu yaitu arsitek dan kontraktor atau pemborong. Gunakanlah jasa arsitek dan kontraktor yang sudah berpengalaman dalam merenovasi rumah untuk efisiensi waktu dan biaya. Karena mereka pastinya sudah terbiasa dalam menghadapi kesulitan dan hambatan yang terjadi dalam proses renovasi rumah tinggal. Mereka sudah paham bagaimana cara mengatasi masalah yang akan timbul di tengah jalan nantinya. Sehingga waktu dan biaya yang kamu keluarkan akan lebih terkontrol.
 
Kenapa sih harus pakai arsitek? Kan sudah ada Google, Pinterest dan situs-situs lainnya untuk mendapatkan gambar rumah yang kamu inginkan. Tapi coba tanya lagi, apa kamu bisa membuat gambar-gambar detail dari gambar yang kamu temukan di internet? Sedangkan gambar detail ini diperlukan untuk mendapatkan harga dan ukuran yang presisi sesuai dengan keadaan di lapangan. Untuk itulah kamu membutuhkan arsitek. Saat ini sudah banyak lho arsitek yang menyediakan jasa membangun juga atau arsitek design and build dan sebaliknya. Memakai jasa mereka bisa jauh lebih menghemat biaya karena biasanya mereka mengenakan biaya satu paket dalam perancangan dan pembangunan.
 
Selanjutnya, kamu akan membutuhkan jasa kontraktor atau pemborong untuk proses pembangunan. Apa sih perbedaan kontraktor dan pemborong? Memang kontraktor lebih sering kita dengar dalam pengerjaan proyek yang lebih besar. Namun, menggunakan jasa kontraktor dalam pembangunan atau renovasi rumah justru bisa lebih efisien dibandingkan jasa pemborong. Dalam proses pembangunan rumah, kontraktor biasanya akan mengatur pertemuan dengan pemilik proyek untuk membahas Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK). Mereka akan melakukan survey dan pengukuran ulang di lapangan sehinggan perhitungan RAB dan pembuatan SPK akan lebih akurat. Sedangkan untuk pemborong, biasanya tidak ada proses pembuatan RAB, sehingga akan beresiko terjadinya kecurangan, penipuan, dan perselisihan akibat harga yang melonjak tanpa diketahui detail penggunaannya sejak awal.
 
Namun menggunakan jasa pemborong juga bisa menjadi lebih efisien apabila kamu mencari referensi pemborong yang berpengalaman dan memiliki reputasi yang baik. Dalam menentukan biaya kerja, kamu bisa menentukan pembayaran per minggu atau langsung memborongkan seluruh pekerjaan termasuk bahan bangunan, atau kamu juga bisa menyediakan sendiri bahan bangunannya dan hanya membayar upah kerjanya saja. Pada umumnya pemborong akan memberikan biaya upah bekerja berdasarkan gambar dan spesifikasi secara umum, misalnya Rp. 1.000.000/m2 dikalikan luas bangunan. Sehingga kamu lebih fleksibel dalam meengubah desain dan gambar di tengah proses pengerjaan karena tidak akan mengubah biaya kerja.
 
Baik kontraktor maupun pemborong keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Biaya jasa kontraktor umumnya lebih mahal dibandingkan jasa pemborong. Namun pengerjaan akan dilakukan tenaga ahli yang berpengalaman dan berbadan hukum. Tidak menutup kemungkinan juga pemborong menggunakan tenaga profesional. Hanya saja kamu harus lebih teliti dan rajin mengawasi pekerjaan mereka dan menjaga komunikasi agar tetap lancar selama proses pembangunan untuk menghindari perselisihan dan salah persepsi. 
 

Penulis: Lala